Ku tatap senja di ufuk sana
Begitu suram sesuram hatiku
Mentari perlahan tenggelam
Mengucapkan selamat malam
Ku dengar suara angin berhembus
Menyanyikan kidung alam
Aku termenung seorang diri
Diantara bayang-bayang kehidupan
Begitu sungi sesunyi hatiku
Begitu kelabu sekelabu hari-hari ku
Diantara desah nafas kehidupan
Tanpa mengenal kasih sayang
Ooh…. Sungguh malang nasib ini
Tiada tempat untuk berlindung
Dari ganasnya arus kehidupan
Aku selalu berdo’a padamu
Berikan setetes air surgawi
Untuk membaahi tubuhku
Dari kahausan dan kekeringan
Aku bersabar dalam derita
Aku tekun dalam do’a
Oh……….. Tuhan ……..
Masihkah kau mau mendengarkan do’aku??
Oh………... Tuhan …….
Berikan setetes air surgawi untukku
Oh………… Tuhan …… Tuhan ………
Itulah yang kusebut-sebut dalam do’aku…..